Tuesday, June 30, 2009
Donation for the Orphans....
I called upon all of you, who have been blessed with good life to share at least some of the happiness with these kids. Let them have a decent Buka Puasa meals, as what we always bring to the table for our beloved children. Let them also have a joyous Hari Raya we always had with families and friends.
Please read the below note for further information.
Should you need further inquiries or simply wanto to contribute please email me at nisyah@gmail.com
or to Suzana (Suzana.Sulaiman@dialogic.com).
Thank you.
This is the original message sent by Cik Suzana.
Salam everyone,
This is an update on our Ramadhan donation drive. As planned, we've visited an orphanage at Gombak called Pondok Penyayang Raudah on Saturday (June 27). The home is currently taking care of 80+ kids aging from 8-23 years old. Besides orphans, the home also shelters troubled teens and poor kids. They are not sponsored by any companies or authorities and survive purely on public donations. The pictures of the home have already been uploaded on the group page, or you can simply click on this link:
http://www.facebook.com/album.php?aid=92609&id=696029326&l=c8ce58571c
This time, our Ramadhan Donation Drive is aimed to help them with their expenses in the coming Ramadhan. If you'd like to contribute, this donation drive will be on until the 9th of August 2009, few weeks before Ramadhan begins. Do inform us if you wish to help these kids to get healthy meals during ramadhan. =)
Suzana and Suhaila
Saturday, June 20, 2009
Lampu
Nen : lampu floresen kecik ada ke Bang..
Bob : emm tak de.....kenapa ?
Nen : ohhh...lampu bilik air I plak out.....
Bob ; x pe esok I beli n pasang....
Aku terdiam sekejap...kepala aku garu walau x gatal...
Nen : esok u tu equal to thn 2012 ke or I kena tunggu kita pindah rumah lain...
Bob : hehehe....(Terus dia buat muka kelakar yg kononnya cute tu...huh)
Bergelap le aku nnt...nk tunggu cik bob pasang lambat le lagi.....
Nampak gayanya kena le aku pi cari lampu n pasang sendiri...klu x aku x leh le membaca sambil menunggu....
Sent from my wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.
Tuesday, June 16, 2009
Semalam Petang
Aku lemas dengan bau2an yang wangi dan mahal
Aku terngaga melihat butik2 yang tidak mampu aku masuki.....
Tapi...
Aku merasa nyaman kala aku melihat keindahan Kuala Lumpur dengan pencakar langit sebagai penghias dan taman-taman yang ditata rapi di tengah-tengah kesibukan warga yang bersimpang siur...
Monday, June 15, 2009
Dalam hidup ini...
Dalam hidup ini ada yang terpaksa kita lalui dengan senyuman walau dalam hati penuh rasa kedukaan.
Dalam hidup ini ada yang kita hajati tapi tak dapat di perolehi namun janganlah kita menyesali takdir sesungguhnya Dia maha mengetahui apa yang terbaik buat kita.
Dalam hidup ini masa yang kita lewati mengitari hidup kita dengan pelbagai drama. Drama inilah yang mewarnai pentas kehidupan. Segala suka duka tersimpul satu kenangan yang pasti bisa mengisi masa sepi.
Dalam hidup ini terlalu banyak yang istimewa..pandanglah sekeliling dan hargailah apa yang kita miliki selagi ada.
Wednesday, June 10, 2009
Monday, June 08, 2009
journey
Aku tetiba kepingin untuk ke Melaka...Sebabnya hanya satu....
Jalan ya amat jem....kat sg besi je aku sangkut kat sejam kot...tapi aku masih bertahan...aku layan jem mcam makan kacang...
Kereta bergerak tersenguk2 sampai simpang masuk PD..lepas to clear...and kereta mula pecut dengan kelajuan biasa..110-120 km ..tak leh bawak laju beno...kang kena tahan dek polis , lesen tak renew lagi..hehehe..syyyy
Tapi ada yang melayan dengkur.... dengkuran kuat membuatkan aku terpaksa bukak volume radio kuat dari biasa...huh...
Ku sangka jalan lengang sampai ke Melaka...tapi 5km lagi ke exit Ayer Keroh kereta start bersusun....sabo lagi......tapi kali ni aku potong que...tak leh tahan aku dah mengigil - bukan sbb lapor...tapi sbb nak kencing ehehehe
Akhirnya setelah 3 jam lebih bertarung...aku sampai ke Melaka juga. Destinasi diteruskan ke KG. JAWA..untuk apa ???
yaaaaa.......hanya untuk SATAY KG JAWA yang pada aku paling best. Aku yang tak minat satay sudah jatuh cinta pada ini satay .....
orang yang tido sudah terjaga....dan dengan semangat keperwiraan mengogah satay keluar dari lidinya ...
MUKA SEDAP..... altho suamiku tidak merasakan perjalanan yang perit yang harus aku lalui selama 3 jam, tapi aku puas hati tengok kenikmatan yang terpancar di mukanya......
nota kaki : masa balik aku sudah kasi warning...JANGAN TIDO...DENGKURAN MENGANGGU .. sekian terima kasih.
Friday, May 29, 2009
Robohnya sebuah bangunan yang penuh kenangan....
Jaya Supermarket collapses
[top photo: The old Jaya Supermarket building that was once a landmark in Petaling Jaya is now a rubble after it collapsed at about 5pm Thursday]
By Rashita A. Hamid, Yeng Ai Chun, Beh Yen Hui, M.Kumar and Tan Karr Wei
PETALING JAYA, MALAYSIA: One of the city's earliest landmarks, Jaya Supermarket, collapsed while demolition work was going on, killing two Indonesian workers.
Two bodies were recovered at 6.44pm and 10.25pm and another worker was feared dead.
Two other workers were pulled out alive at about 5.45pm and 6pm, while four more are still trapped beneath a tangle of steel and rubble after the building collapsed at about 5pm yesterday.
The five-storey portion of the building collapsed right to the basement, where the car park was located. A 10-storey office block at the other end of the building was not affected.
Selangor Fire and Rescue Department director Soiman Jahid said 50 firemen rushed to the scene after receiving a distress call at 5.08pm.
The number of rescue personnel was later increased to about 150 with the police, Civil Defence Department and Petaling Jaya City Council joining in.
The two injured victims, Suriono, 31, and Salleh, 45, were sent to the University Malaya Medical Centre.
Petaling Jaya OCPD Asst Comm Arjunaidi Mohamed said only one body had been identified, that of 28-year-old Maskor.
"The search-and-rescue operation will continue until all workers are accounted for," he told reporters at the site.
The workers were part of the more than 80 crew who were demolishing the building.
The 35-year-old Jaya Shopping Centre, which housed a supermarket and many outlets, was closed on Feb 6, 2008. The new owners of the building planned to demolish and rebuild it on the site.
Selangor Mentri Besar Tan Sri Khalid Ibrahim, urged the public not to go near the area as it would hamper search-and-rescue efforts.
Disaster area: Police and rescue personnel securing the area and conducting the rescue operation to find the remaining trapped victims.
Works Minister Datuk Shaziman Abu Mansor said the Public Works Department is ready to offer assistance in equipment and manpower to help with the search and rescue.
"We are also willing to help investigate why the building collapsed," he said,
When asked if the overloading of machinery on the upper level of the building was the cause of the collapse, he said it could be one possibility but could not say anything until the investigation is completed.
A worker, Andi, who was on the fifth floor of the building, was taking a break with nine others when the incident happened.
"I was sitting when I heard a loud sound. Then, the floor started tilting and we just ran for our lives. We rushed to the other end of the building. We are so lucky to be alive," said the 30-year-old who had been working on the construction site for 20 days.
Rojak seller Faizal Md Yusof, who operates from a van just opposite the building, saw the building shake and collapse.
"I saw six cranes falling down along with the building. I just left my van and ran for my life," he said.
Housing and Local Government Minister Datuk Seri Kong Cho Ha said the Fire and Rescue Department would work together with the police to probe into the cause of the collapse.
When met at the emergency ward of the hospital, rescued worker, Salleh told Bernama he was trapped in the rubble for more than an hour.
Suffering from a fractured right leg and arm, the father of four, who started work at the project just three days ago, said he was working on the ground floor of a four-storey building when the structure collapsed.
-The Star/Asia News Network
Sinilah:-
- kalau hari raya, pegi cari kasut
- kalu nak makan pie sedap kita pegi sini (tahun 80-an masa tu, first time aku taste chicken pie),
- kalu ada birthday kawan2 dan nak cari present kami ke Kathy's Toys. Ataupun bila ada duit lebih skit (selalunya time hari raya - bila dapat duit raya) pegi beli game2 kecik or doll2 murah.
- kalau nak baca buku pegi MPH, mak aku suka gi cedok resipi kat buku2 recipe..hehehehe
- kalu tak nak balik rumah lepas sekolah(bila sekolah menengah) sinilah aku melepak ngan kawan-kawan. Ada kawan yang kaya skit, belanja makan KFC ihihihi...
- sini jugalah aku cari baju2 kat Reject Shop, dan aku pernah salin baju dalam kereta (waktu malam sebab nak sangat pakai baju baru tu ahahahahaha)
Yeay!!!
Kenapa aku pulak seronok ? Sebabnya
a) jalan mesti kurang jem.
b) Ofis pun kosong skit, sbb ramai orang cuti; maka client aku kurang call, dan aku
boleh relax
AHAHAHAHAH...yippe yippe...best dowh.....
Thursday, May 07, 2009
Saman Karang baru Kamu tahu.....
Sebabnya : offer staff2 kami yang telah melalui tempoh latihan dan sudah ada skill.
Tak boleh ke mereka check status yang hendak di offer, dan sekiranya sudah bekerja lebih enam bulan..carila candidate lain yang masih terkapai2 mencari kerja....kalau nak juga kerajaan perlu membayar GANTI RUGI kepada syarikat swasta kecil seperti kami di sebabkan mereka ini telah di latih, di ajar dan di didik.....sangat merugikan kami dan memenatkan ...
Tapi apa nak buat offer dari kerajaan pun sangat bagus bila compare 15 tahun dulu (masa time aku le, masa time tu tak dak sapa nak join gomen, gaji ciput). Tapi la ni, starting basic leh cecah RM2000.00 tu tak masuk elaun-2 yang pelbagai.
Masa interview aku tak pernah miss tanya soalan, 'Ada minta ngan SPA or JPA ?'
Jawapan mereka, 'Ada kak. Tapi saya tak di panggil , dah tu periska PTD pun fail.'
tup ..tup...dalam masa 5-6 bulan atau 1 tahun tetiba ,'Kak saya rasa terpaksa ambil peluang yang sangat bagus ni kak. Maaf ye kak.'
Jadi lepas ni, kalau ada je yang jawab ADA pada soalan aku, aku terus tak mo offer walau sebagus mana budak itu.
nukilan rasa dari seorang RAKYAT MALAYSIA YANG TERTINDAS TANPA PEMBELAAN...
Sangkut dalam Traffic Jem
Aku pulak merupakan drebar yang termasuk dalam kumpulan kecil 2% yang tak pakai seat belt tu. Soalan aku, anda termasuk dalam kelompok mana ?
PESANAN : Pakai lah seat belt untuk keselamatan anda, jangan tiru kelompok kecil yang tidak patuh pada peraturan.
Sekian.
Thursday, April 30, 2009
MPH Sales 28th April - 3rd May 2009
Perkara Bodoh dan Memalukan....
Satu pagi aku bawak mak aku, 2 anak buah perempuan jalan-jalan. Tak de arah tujuan, aku biarkan je kaki ku menekan minyak kereta membawa kami ke mana2.
Kami sampai ke Kelang. Sebabkan jauh, aku berenti kat satu Mc Donalds outlet. Masa tu aku masih membeli di Mc D (sekarang aku malu nak masuk ke Mc D, sbb aku akan rasa betapa bacul dan lemahnya sekiranya setakat nak boycott Mc D tak kan aku tak leh buat).
Aku pun beratur dan setelah memesan air dan curly fries aku di minta tunggu sebentar. Aku pun pegi ke kaunter sebelah yang masih ditutup (pagi2 lagi...)
Kaunter sebelah seorang gadis cina sedang membuat pesanan, tiba-tiba aku terperasan yang aku tertinggal handphone kat kaunter tadi, dengan cepatnya aku cuba menyambar handphone tu membuat amoi tu terkejut badak lantas mengenggam erat handphone itu. Cashier dan beberapa orang pelanggan tergamam melihat drama tersebut.
"Itu saya punya handphone." kataku sambil buat muka bengang ngan amoi tu. Handpone cikai aku tu pun ko nak ke.....Amoi tu buat muka kat aku..menyirap lagi la aku.
"Ini saya punya la...." dia pulak menjawab. ewah....ewah..
Aku tak puas hati terus buka purse aku untuk membuktikan itu handphone aku, dan sambil terbeliak dan menelan air liur, handphone aku ada dalam tu.
Dengan segan aku berkata pada amoi itu, "Sorry aa, handphone serupa ma...."
Cashier tadi yang tergamam, menghulurkan curly fries yang masih panas, sambil tersengih memerli.
Aku yang kemaluan...terus berlalu sambil dalam hati.....apalah dosa aku pagi ni...uwaaaaaaaaaaaaaa....
Dalam kereta aku menceritakan apa yang terjadi...semua pakat gelak gila-2 kat aku...tiada simpati langsung....
...Ni yang buatkan aku nak pakai Iphone ni ....cheh
Hoi....siapa plak kunci aku nih
Sedang aku menunaikan hajat aku, tetiba aku dengar ada orang menyelak pintu bilik kecik tu. Aku pun ngan panik ketuk-ketuk menandakan aku ada kat dalam. Malangnya orang itu buat tak tahu je. Aku ketuk kuat-kuat sambil berpikir perkara paling buruk. Mampus kalau tak ada siapa come to my rescue...takkan aku nak tido kat situ...GILA..dah la tingkat 11 ni terkenal dengan perkara2 mistik.
Dalam kekalutan tu aku terperasan yang aku bawak handphone....puh gila lega. Dengan tak malu aku sudah call someone dan minta dia bukak selak. Muka budak tu confuse gila bila buka selak tu. Aku tau dia nak gelak kuat tapi sebab aku ni darjat tinggi skit dia kulum je.
Sampai sekarang ni kalau aku pegi bilik air kat KPD aku mesti bawak handphone. Gila ...
Persoalannya sekarang, siapakah yang berani-2 buat lawak camni ngan aku ? orang atau penghuni di alam satu lagi....
Atau apa yang aku alami ni adalah balasan kepada kesilapan aku terkunci suami aku dalam bilik air beberapa bulan lalu (its-just-not-bobs-week)
Pesanan aku..."Jangan biarkan hidup anda di kurung dalam jamban........chissssss...."
Tak GUNA punya QUIZ....
Sesuai lah dgn anda yg sgt pemalas. Kerja tak pernah buat..datang opis lambat..Melawan cakap bos...Busuk hati dgn kawan-kawan opis...Ishhh.. Baik anda berhenti jer keje....
QUIZ YANG BERNIAT JAHAT, BERPRASANGKA BURUK DAN SUKA MELAGA-LAGAKAN ORANG....
TAK BAIK DOWH.....
Karangan...(sambungan)
Dia memusingkan badan dan menarik nafas dalam-dalam, air mata yang ditahan jatuh juga berguguran. Fikirannya jadi kosong, dia hanya mendengar dentuman pintu bilik di hempaskan, jantungnya juga seperti gugur, lemah luluh seluruh badan. Kakinya menggigil, dengan perlahan dia teraba-teraba mencari birai katil, punggung dilabuhkan, satu keluhan nafas berat di lepaskan. Ya Allah…apa yang telah aku lakukan…..Air matanya yang masih mengalir dikesat dengan belakang tangan. Dia menekup mukanya, tangisan halus di lepaskan, segala kesedihan tertumpah keluar. Hatinya masih sayang, hatinya masih cinta. Cintanya tidak pernah hilang, tidak pernah pudar. Sayang, cintanya tidak di pandang lagi. Cintanya sudah dibuang jauh-jauh dari hati wanita itu.
“Babah….” Suara kecil Liya memanggil.
Cepat-cepat dia mengesat air hidung, muka di pusing mengadap suara itu. Dua anak kecil itu menerpa ke arah ayah yang sedang kesedihan.
“Babah....” Liya yang baru berusia 6 tahun itu memaut erat kaki lelaki itu.
Dia tidak mahu kalau babahnya juga pergi seperti ibunya. Takut menyelebungi hati si kecil itu. Aziq diam tunduk memandang ke lantai. Masih jelas di matanya sewaktu ibu bergegas keluar tanpa mengendahkan mereka yang mengejar dari belakang.
Megat menarik badan Liya dan di rangkulnya sambil mengusap belakang badan dengan penuh rasa kasih dan sayang . Di peluk anak itu yang menanggis tidak henti. Sebelah tangan menarik Aziq. Tangannya mengusap lembut kepala anak itu.
“Jangan takut. Babah tak akan pergi mana. Tak akan tinggalkan Aziq dan Liya.”
Malam itu terasa terlalu panjang. Matanya memandang tepat ke siling dalam gelita yang sunyi. Bunyi dengkuran Aziq yang halus bagaikan alunan yang menghiburkan hatinya di kala itu. Bagaikan tidak percaya dia sudah kehilangan cinta seseorang. Esok pagi dia akan pergi tanpa iringan senyum Salina. Malam itu dia seakan sedar, dia sudah kehilangan cinta dan senyuman wanita itu setahun yang lalu. Bila pulang ke rumah, terasa ada bahang yang membuatkan mereka tidak betah bersama. Caci hamun sentiasa menyinggah. Apa yang dia lakukan semuanya salah di mata Salina. Dia juga tidak memperdulikan cerita-cerita yang didengari perihal tingkah isterinya kala dia sibuk mencari rezeki. Sedikit pun dia tidak mempercayai kalau isterinya berlaku curang.
Wednesday, April 29, 2009
Karangan
Empat anak mata bulat memerhati dari celah pintu yang terbuka sedikit. Liya, si adik sudah mula mencebik. Aziq, si abang menarik tangan adiknya. Mereka berdua berlari ke bilik di sebelah lalu naik ke katil sambil berpelukan. Ini bukan pertama mereka mendengar pertengkaran yang selalu terjadi balik pintu bilik yang tertutup itu. Sejak akhir-akhir ini suasana terasa tegang sebaik bapa mereka pulang. Tidak sempat menghela nafas penat setelah seharian suntuk di luar untuk memastikan dapur berasap, mengotakan seribu janji yang di tabur untuk kebaikan keluarga itu, hamburan maki hamun pula yang menyambut kepulangan lelaki itu.
“Selama ini I diam dengan tingkah you. Tapi hari ini I tak boleh diam lagi. Dayus kalau I tidak tegur perangai you tu.” Suaranya masih tinggi. Matanya merah memandang perempuan di hadapannya.
“I dah tak tahan lagi, hidup dengan you tak ubah macam pengemis, merempat tak menentu.” Lelaki itu termangu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mungil perempuan itu.
“Lepaskan I, tu yang terbaik untuk kita.” Perempuan itu terus mengasak.
Bukan ini yang pertama diluahkan, sudah terlalu acap kali kata-kata itu dihamburkan ke mukanya. Ego lelakinya dijentik hamunan. Dia menatap wajah di hadapannya. Hilang senyum manis yang dulu menjadi igauannya. Hilang seri wajah yang kuyu dan penuh kelembutan seoarang wanita yang satu ketika dulu menjadi dambaannya. Malam itu, wajah yang selalu memandanganya dengan penuh rasa sayang bertukar sama sekali. Hanya kebencian terpancar dari mata itu.
bersambung.....
Thursday, April 23, 2009
Brahmachari (1968) Aaj Kal Tere Mere Pyar Ke Charche
Tetiba aku jadi layan dengan lagu ni...
Kisah bermula aku dengo kat satu segmen KLFM (KLKL petang2 suma lagu2 lama)..
So semalam aku suda call tu DJ tanya nama lagu tu..search punya search jumpa..so layan...............SYOK ooooo
Tuesday, April 21, 2009
Surat Terbuka untuk Drebar Bas dan Lori
Saya dapati cara pemanduan Encik Drebar Bas(DB) dan Drebar Lori(DL) di lebuhraya utara selatan sangat merbahaya. Encik berdua suka-suka hati tukar lane seolah2 Encik saja yang berada di atas jalan tu. Encik bawak laju tanpa mengira perasan pemandu-pemandu lain terutamanya yang memandu kereta2 kecil seperti Kancil.
Bila accident dan bila muka encik keluar kat TV, encik buat muka kesian. Tapi encik pernah tak terpikir nak kesian kat penumpang dan pengguna jalan raya ?
Saya tak pernah kesian tengok muka sekupang encik keluar TV, cuba merayu dengan mengatakan apa akan jadi pada keluarga encik memandangkan encik seorang yang menanggung kehidupan keluarga encik...tapi encik lupa yang penumpang-penumpang atau pengguna jalan raya yang menjadi mangsa encik juga merupakan orang yang menanggung kehidupan keluarga mereka.
Saya harap encik berubahlah..ingatlah bila di belakang stereng encik memikul amanah dan tanggungjawab, jangan jadi pelesit jalanraya...kalau encik sorang je yang mati saya tak kisah...
Sekian.
Terima Kasih.
Friday, April 17, 2009
Aik dah JUMAAT
cepatnya dah Jumaat....cepatnya masa berlalu
umur pun makin cepat naik....
pikir-pikir balik apa kita dah buat dengan masa yang pantas berlalu....ada ke benda baik..atau masa berlalu sia-2...
ntah le...apa2 pun saat MATI makin hampir !!!
























